"Jika kebencian Anda bisa diubah menjadi listrik, itu akan menerangi seluruh dunia"

Nikola Tesla

Pengertian Ilmu Tajwid Menurut Bahasa dan Istilah

Ilmu tajwid merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang seluk-beluk tata cara membaca Alqur`an dengan baik. Sebagaimana telah kita ketahui bahwasanya Alqur`an merupakan firman Allah SWT yang menjadi mukjizat kerasulan Muhammad SAW. Dimana membacanya saja menjadi ibadah yang akan mendatangkan pahala di tiap hurufnya.

Namun, kita tidak boleh sembarangan dalam membaca Alquran tanpa usaha untuk mempelajari ilmu tajwid, sehingga bacaan kita menjadi baik dan sesuai dengan tata cara membaca Alquran.

Pengertian Ilmu Tajwid Secara Bahasa

Tajwid (تَجْوِيْدٌ ) adalah bentuk masdar dari fiil madhi (َجَوَّد) yang bermakna "membaguskan". Muhammad Mahmud dalam Hidayatul Mustafiq memberikan batasan dalam arti tajwid dengan ( الاِتْيَانُ بِالْجَيِّدِ ) yang memiliki arti `memberikan dengan baik`. 

Pengertian Ilmu Tajwid Secara Istilah

Sedangkan menurut arti istilah tajwid adalah:

اَلتَّجْوِيْدُهُوَعلْمٌ يُعْرَفُ بِهِ اِطَاءُكُلِّ حَرْفٍ حَقَّهُ وَمُسْتَحَقَّهُ مِنَ الصِّفَاتِ وَالْمُدُودِ وَغَيْرِ ذَالِكَ كَالتَرْقِيْقِ وَالتَّفْخِيْمِ وَنَحْوِهِمَا.

"Ilmu tajwid adalah ilmu yang berguna untuk mengatahui bagaimana cara melafalkan huruf yang benar dan di benarkan, baik berkaitan dengan sifat, mad, dan sebagainya, misalnya Tarqiq, Tafhim dan selain keduanya.’’
Pada pengertian diatas, diketahui ruang lingkup tajwid meliputi cara melafalkan huruf-huruf hijaiyah dan bagimana tata cara melafalkan huruf-huruf tersebut sebaik-baiknya, apakah bacaanya panjang, tebal, tipis, berhenti, terang, berdengung, dan sebagainya.

Pengertian Ilmu Tajwid Menurut Bahasa dan Istilah
Pengertian Ilmu Tajwid

Apabila huruf tersebut dilafalkan sebagaimana mustinya, maka fungsi tajwid sebagai ilmu yang memperbaiki tata cara membaca Alqur’an terpenuhi, serta akan meyelamatkan pembaca dari perbuatan yang diharamkan.

Namun jika hal itu diabaikan maka dapat menjerumuskan pembaca pada perbuatan haram atau dimakruhkan. Misalnya berhenti pada kalimat yang haram waqaf, jika tuntunan ini diabaikan, dapat  menjadikan perubahan makna yang meyalahi tujuan makna aslinya, dan dapat mengakibatkan berdosa bagi pembaca.