"Jika kebencian Anda bisa diubah menjadi listrik, itu akan menerangi seluruh dunia"

Nikola Tesla

Tujuan Mempelajari Ilmu Tajwid beserta Dalilnya

Sebagai disiplin ilmu, tajwid mempunyai tujuan tersendiri. Sedangkan tujuanya mengacu pada pegertian tajwid diatas. adapun tujuan yang dimaksud adalah :

Agar pembaja dapat melafalkan huruf-huruf Hijaiyah dengan benar, yang di sesuaikan dengan mahraj dan sifatnya. Agar dapat memelihara kemurnian bacaan Alqur’an melalui tata cara membaca alqur’an yang benar, sehinga keberadaan bacaan Alqur’an dewasa ini sama dengan bacaan yang pernaj diajarkan oleh Rasulullah, mengingat bacaan Alqur’an bersifat “ tanqifi’’, yakni mengikuti apa yang diajarkan rasulullah saw. Allah berfirman :

اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْاَنَهُ فَاءِذَأَقَرَأْنَهُ فَاتَّبِعْ قُرْاَنَهُ (القيامة : ١٧-١٨

"Sesungguhnya mengumpulkan Alqur’an dan membacanya adalah tangung jawab kami, jika kami telah membacakan, maka kamu ikuti bacaan itu.” ( Q.S. 75, Al-qiyamah: 17-18 )

Tujuan selanjutnya adalah menjaga lisan pembaca, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus ke perbuatan dosa.

Dari ketiga tujuan tersebut, maka dalam proses belajar-mengajar ilmu tajwid harus mempunyai kiat tersendiri untuk memenuhi tujuan yang di inginkan. Kiat yang dimaksudkan dapat berupa upaya sebagai berikut :

Antara guru dan siswa dalam proses belajar-mengajar harus berhadap-hadapan, sehingga siswa mengerti benar suara yang dialunkan sekaligus dapat melihat mimik gurunya. Demikian itu sangat membantu dalam mengetahui kedudukan huruf secara pasti, baik berkaitan dengan mahraj maupun sifatnya.

Setelah pemberian teori ilmu tajwid, seorang guru langsung mempraktekkan teorinya, sehinga apa yang sudah dimiliki siswa tidak terlupakan dan memberikan pengalaman praktek secara benar.
Perlu pembiasaan membaca secara tekun, rajin, dan tabah bagi siswa dan seorang guru tetap memperhatikan bacaan siswanya.

Tujuan Mempelajari Ilmu Tajwid beserta Dalilnya
Tujuan Belajar Tajwid
Dalam praktek membaca Alqur’an, tidak perlu mengejar kuantitas (membaca yang banyak) tetapi yang lebih penting adalah meraih kualitas (biar sedikit asalkan benar), karena dengan belajar praktek sedikit yang benar maka mempermudah praktek selanjutnya. Sebaliknya, jika yang sudah dibaca itu banyak kesalahan, maka lebih sulit memperbaikinya.